Tampilkan postingan dengan label About Love. Tampilkan semua postingan
Menyesal Menolak Seseorang Karena "Sempit" Melihatnya
By : BaehaqiKebanyakan kita, entah kapan, pernah ditolak seseorang karena kita tidak cukup cerdas, tidak cukup jangkung, tidak cukup gagah, tidak cukup tampan, tidak cukup cantik, tidak cukup kaya dan sebagainya.
Dalam hati setiap orang ada kebutuhan untuk merasa dicintai, tanpa harus diperiksa dahulu apakah ia pantas menerimanya.-Maurice Wagner-
Joe agak pemalu ketika masih remaja. Bahkan ketika sudah duduk di perguruan tinggi, ia juga tidak memiliki keberanian mengajak kencan seorang gadis.
Pada suatu malam, Jake yang tinggal di kamar lain di asrama yang sama memberinya tawaran yang tak dapat ditolaknya. Tawaran untuk memperkenalkannya dengan seorang gadis, teman pacar Jake. Kebetulan dia sedang berkunjung untuk liburan akhir pekan.
“Tidak. Terima kasih,” sahut Joe. “Aku tidak mau kencan buta.”
“Jangan khawatir dengan gadis ini,” kata Jake meyakinkan Joe. “Julie gadis istimewa. Dan percayalah ia cantik.”
“Tidak,” ulang Joe.
“Ini bukan situasi yang mungkin gagal. Aku bahkan memberimu jalan keluar,” papar Jake.
“Bagaimana ?” tanya Joe.
“Waktu kita menjemput ke asrama mereka, tunggulah sampai ia keluar dari pintu. Lalu periksalah sendiri. Bila kamu memang menyukainya, maka baguslah. Kita akan menikmati malam yang menyenangkan. Tapi kalau menurutmu ia jelek, berpura-puralah terkena serangan asma. Cukup dengan ‘Aaahhggggg !’ lalu kau pegang tenggorokanmu seolah-olah sulit bernapas. Apabila ia bertanya, ‘Ada apa ?’ katakan saja ‘Asmaku kambuh.’ Jadi kencan itu kita batalkan. Begitu saja. Tidak usah ragu. Tidak akan ada masalah.”
Joe ragu-ragu. Akan tetapi ia setuju untuk mencobanya. Apa ruginya ?
Ketika mereka tiba di pintu asrama para gadis, Joe mengetuk pintu. Maka keluarlah gadis itu. Joe mengamatinya dan tidak dapat mempercayai matanya. Ia cantik sekali. Betapa beruntungnya dia. Ia hampir tidak tahu harus berkata apa. Gadis itu juga mengamati Joe dan tiba-tiba, “Aaahhggggg!” Tampaknya tidak hanya mereka yang telah menyiapkan rencana darurat.
Kebanyakan kita, entah kapan, pernah ditolak oleh seseorang karena kita tidak cukup cerdas, tidak cukup jangkung, tidak cukup gagah, tidak cukup tampan, tidak cukup cantik, dan sebagainya…
Betapa beratnya ketika kita ditolak. Apabila kita menerima seseorang tanpa syarat, kita memberi mereka kebebasan untuk berada di luar diri mereka sendiri. Penerimaan yang tulus memungkinkan kita melihat nilai sesungguhnya seorang manusia.
Seorang wanita muda yang pernah bertunangan dengan Mozart, sebelum ia meraih ketenaran, seharusnya hidup senang, andaikata ia mau menerima Mozart tanpa syarat. Namun karena terkesan oleh pria lain yang lebih tampan, ia menjadi tidak suka kepada musisi ini hanya karena ia pendek. Wanita itu akhirnya memutuskan pertunangan mereka untuk pindah ke pelukan orang yang
jangkung dan menarik.
Ketika dunia mulai mengakui Mozart atas prestasinya yang luar biasa dalam bidang musik, wanita tersebut menyesal dengan keputusannya dahulu. “Aku tidak menyangka bahwa ia sejenius itu. Yang kulihat hanyalah bahwa ia pendek.”
Sikap menerima akan mengkomunikasikan cinta dan nilai. Ini akan memberi orang percaya diri untuk menjadi seperti apa adanya. Sikap menerima juga memungkinkan mereka menjadi siapapun mereka. Sampai mereka menjadi apapun semampu mereka.
Ketika kita mencoba memaksa orang agar mereka menjadi seperti yang kita inginkan, kecenderungan mereka untuk mempertahankan diri, keras kepala, dan sakit hati muncul. Namun, apabila anda memberi mereka peluang menolak perubahan itu, berarti anda juga memberi mereka kebebasan berubah.
Berhentilah menerima orang berdasarkan apa yang dapat, harus atau akan terjadi pada mereka, andaikata mereka mendengarkan Anda. Kita akan terus memandang seseorang melalui kacamata keharusan, kepantasan, tuntutan dan prasangka sampai kita menerima orang lain tanpa syarat.
Eugene Kennedy pernah berkata, “Ketika seseorang menghargai kita apa adanya, ia mempertegas keberadaan kita.”~M.yusuf
Dalam hati setiap orang ada kebutuhan untuk merasa dicintai, tanpa harus diperiksa dahulu apakah ia pantas menerimanya.-Maurice Wagner-
Joe agak pemalu ketika masih remaja. Bahkan ketika sudah duduk di perguruan tinggi, ia juga tidak memiliki keberanian mengajak kencan seorang gadis.
Pada suatu malam, Jake yang tinggal di kamar lain di asrama yang sama memberinya tawaran yang tak dapat ditolaknya. Tawaran untuk memperkenalkannya dengan seorang gadis, teman pacar Jake. Kebetulan dia sedang berkunjung untuk liburan akhir pekan.
“Tidak. Terima kasih,” sahut Joe. “Aku tidak mau kencan buta.”
“Jangan khawatir dengan gadis ini,” kata Jake meyakinkan Joe. “Julie gadis istimewa. Dan percayalah ia cantik.”
“Tidak,” ulang Joe.
“Ini bukan situasi yang mungkin gagal. Aku bahkan memberimu jalan keluar,” papar Jake.
“Bagaimana ?” tanya Joe.
“Waktu kita menjemput ke asrama mereka, tunggulah sampai ia keluar dari pintu. Lalu periksalah sendiri. Bila kamu memang menyukainya, maka baguslah. Kita akan menikmati malam yang menyenangkan. Tapi kalau menurutmu ia jelek, berpura-puralah terkena serangan asma. Cukup dengan ‘Aaahhggggg !’ lalu kau pegang tenggorokanmu seolah-olah sulit bernapas. Apabila ia bertanya, ‘Ada apa ?’ katakan saja ‘Asmaku kambuh.’ Jadi kencan itu kita batalkan. Begitu saja. Tidak usah ragu. Tidak akan ada masalah.”
Joe ragu-ragu. Akan tetapi ia setuju untuk mencobanya. Apa ruginya ?
Ketika mereka tiba di pintu asrama para gadis, Joe mengetuk pintu. Maka keluarlah gadis itu. Joe mengamatinya dan tidak dapat mempercayai matanya. Ia cantik sekali. Betapa beruntungnya dia. Ia hampir tidak tahu harus berkata apa. Gadis itu juga mengamati Joe dan tiba-tiba, “Aaahhggggg!” Tampaknya tidak hanya mereka yang telah menyiapkan rencana darurat.
Kebanyakan kita, entah kapan, pernah ditolak oleh seseorang karena kita tidak cukup cerdas, tidak cukup jangkung, tidak cukup gagah, tidak cukup tampan, tidak cukup cantik, dan sebagainya…
Betapa beratnya ketika kita ditolak. Apabila kita menerima seseorang tanpa syarat, kita memberi mereka kebebasan untuk berada di luar diri mereka sendiri. Penerimaan yang tulus memungkinkan kita melihat nilai sesungguhnya seorang manusia.
Seorang wanita muda yang pernah bertunangan dengan Mozart, sebelum ia meraih ketenaran, seharusnya hidup senang, andaikata ia mau menerima Mozart tanpa syarat. Namun karena terkesan oleh pria lain yang lebih tampan, ia menjadi tidak suka kepada musisi ini hanya karena ia pendek. Wanita itu akhirnya memutuskan pertunangan mereka untuk pindah ke pelukan orang yang
jangkung dan menarik.
Ketika dunia mulai mengakui Mozart atas prestasinya yang luar biasa dalam bidang musik, wanita tersebut menyesal dengan keputusannya dahulu. “Aku tidak menyangka bahwa ia sejenius itu. Yang kulihat hanyalah bahwa ia pendek.”
Sikap menerima akan mengkomunikasikan cinta dan nilai. Ini akan memberi orang percaya diri untuk menjadi seperti apa adanya. Sikap menerima juga memungkinkan mereka menjadi siapapun mereka. Sampai mereka menjadi apapun semampu mereka.
Ketika kita mencoba memaksa orang agar mereka menjadi seperti yang kita inginkan, kecenderungan mereka untuk mempertahankan diri, keras kepala, dan sakit hati muncul. Namun, apabila anda memberi mereka peluang menolak perubahan itu, berarti anda juga memberi mereka kebebasan berubah.
Berhentilah menerima orang berdasarkan apa yang dapat, harus atau akan terjadi pada mereka, andaikata mereka mendengarkan Anda. Kita akan terus memandang seseorang melalui kacamata keharusan, kepantasan, tuntutan dan prasangka sampai kita menerima orang lain tanpa syarat.
Eugene Kennedy pernah berkata, “Ketika seseorang menghargai kita apa adanya, ia mempertegas keberadaan kita.”~M.yusuf
Tag :
About Love,
Hubungan Tanpa Cinta, Bisakah?
By : BaehaqiAKIBAT PATAH HATI
Meski pria terkenal sebagai makhluk sekuat baja, nyatanya dalam cinta, pria dan wanita pun serupa. Bukan hanya wanita yang sedih ketika hubungannya kandas, pria pun mengalaminya. Apalagi jika hubungan yang telah terjalin selama bertahun-tahun, tiba-tiba berakhir dengan tidak baik. Pria bisa berkali-kali lipat hancurnya. Dalam kondisi ini ada beberapa yang sulit menemukan pengganti.
Namun ada pula yang justru dengan cepat dan mudah menemukan sosok wanita baru. Meski lebih cocok disebut pelarian, pria seperti ini punya prinsip: untuk melupakan yang lama, harus bertemu dengan yang baru. Tapi mungkinkah hubungan seperti itu berhasil? Semua kembali lagi pada niatnya. Jika mereka memang berniat melupakan mantan kekasih dan berharap bisa memulai hubungan yang lebih baik, tanpa sedikit pun membandingkan dengan mantan kekasihnya, mereka layak mendapat kesempatan menemukan cinta sejati.
JIKA CINTA TAK KUNJUNG DATANG
Cinta butuh proses, yang dalam pepatah Jawa berbunyi witing tresna jalaran saka kulina, yang artinya cinta tumbuh lantaran sering bertemu. "Jadi, tak mungkin kita bisa cinta pada orang yang baru kita kenal atau bahkan kita pandang untuk pertama kalinya," ujar MP Dunleavy, konselor perkawinan dari Amerika Serikat. Namun jika tidak dimulai, bagaimana pria bisa jatuh cinta? Itulah mengapa banyak orang menjodohkan teman prianya pada wanita yang mereka kenal. Toh jika memang cocok, perasaan cinta bisa tumbuh dengan sendirinya.
Namun jika ternyata benih cinta tersebut tak juga muncul, hubungan bisa dihentikan. Anggap saja belum berjodoh. Namun ada pula pria yang bersikeras mempertahankan hubungannya, padahal belum ada sedikit pun cinta dimilikinya. Pria seperti ini biasanya menghargai apa yang ia miliki. Ia percaya, bahwa ada hal-hal yang lebih penting dari cinta untuk bisa membangun hubungan yang baik.
TAK CUKUP BERMODAL CINTA
Banyak pasangan menikah yang akhirnya bercerai setelah berpacaran selama bertahun-tahun. Ada pula pasangan yang menikah meski baru bertemu beberapa bulan, namun pernikahannya bertahan lama. Masalah utama dari kelanggengan sebuah hubungan bukanlah seberapa lama mereka saling mencintai, melainkan seberapa ingin mereka saling mencintai pasangannya.
Jika ada seorang pria yang memutuskan untuk menikah dengan wanita yang baru saja ia kenal, bukan berarti ia asal pilih. Justru ia sudah yakin akan menghabiskan hidupnya dengan wanita yang baru ia kenal tersebut. Tak masalah ada cinta atau tidak di dalamnya. "Dibutuhkan lebih dari cinta untuk menghidupkan sebuah hubungan, misalnya kepercayaan, penghargaan, tanggung jawab, kesetiaan dan pengorbanan," ujar Dunleavy. Berarti tanpa kelima hal tersebut, cinta bisa jadi tak ada artinya...
Hendaknya...Janganlan mempermainkan perasaan seseorang baik itu ia wanita ataupun pria...
sebisanya juga menghormati perasaan seseorang karena boleh jadi rasa sakit yang timbul akan berbalik kepada orang yang menyakiti perasaan tersebut,
Tag :
About Love,
Diantara Suka... Sayang...Dan Cinta...
By : BaehaqiSaat kau MENYUKAI seseorang,
kau ingin memilikinya untuk keegoisanmu sendiri
Saat kau MENYAYANGI seseorang,
kau ingin sekali membuatnya bahagia
dan bukan untuk dirimu sendiri
Saat kau MENCINTAI seseorang,
kau akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya
walaupun kau harus mengorbankan jiwamu
Saat kau MENYUKAI seseorang dan berada
disisinya maka kau akan bertanya,"
Bolehkah aku menciummu?"
Saat kau MENYAYANGI seseorang
dan berada disisinya maka kau akan
bertanya,"Bolehkah aku memelukmu?"
Saat kau MENCINTAI seseorang
dan berada disisinya maka kau
akan menggenggam erat tangannya...
SUKA adalah saat ia menangis,
kau akan berkata "Sudahlah, jangan menangis."
SAYANG adalah saat ia menangis dan kau
akan menangis bersamanya
CINTA adalah saat ia menangis dan kau
akan membiarkannya menangis dipundakmu
sambil berkata, "Mari kita selesaikan masalah
ini bersama- sama."
SUKA adalah saat kau melihatnya kau
akan berkata, "Ia sangat cantik dan menawan."
SAYANG adalah saat kau melihatnya kau
akan melihatnya dari hatimu dan bukan matamu
CINTA adalah saat kau melihatnya kau
akan berkata, "Buatku dia adalah anugerah
terindah yang pernah Tuhan berikan padaku.."
myspace layouts, myspace codes, glitter graphics
Pada saat orang yang kau SUKA
menyakitimu, maka kau akan marah
dan tak mau lagi bicara padanya
Pada saat orang yang kau SAYANG
menyakitimu, engkau akan menangis untuknya
Pada saat orang yang kau CINTAI
menyakitimu, kau akan berkata,"Tak apa dia hanya
tak tahu apa yang dia lakukan."
Pada saat kau SUKA padanya, kau akan
MEMAKSANYA untuk menyukaimu
Pada saat kau SAYANG padanya, kau akan
MEMBIARKANNYA MEMILIH
Pada saat kau CINTA padanya, kau akan
selalu MENANTINYA dengan setia dan tulus...
SUKA adalah kau akan menemaninya bila
itu menguntungkan
SAYANG adalah kau akan menemaninya di
saat dia membutuhkan
CINTA adalah kau akan menemaninya di
saat bagaimanapun keadaannya
SUKA adalah hal yang menuntut
SAYANG adalah hal memberi dan menerima
CINTA adalah hal yang memberi dengan rela
Tag :
About Love,
Komunikasi, Keterbukaan dan Kejujuran
By : BaehaqiAku pernah diberitahu dan membaca tentang syarat-syarat dalam sebuah hubungan yang harmonis dan langgeng. Ketiga judul diatas bisa menjelaskan sedikit. Tapi kupikir ada satu hal lagi yang tidak kalah pentingnya, kenyamanan.
Oh, iya, sebagai sebuah catatan dan perlu digaris bawahi, aku sama sekali tidak punya keahlian dan pengalaman yang cukup untuk berbicara dan menulis tentang hal ini. Ini cuma sekedar seonggok tulisan sampah yang kini muncul di benakku. Anggap saja ini rubbish.
*mode_serius = true*
Komunikasi
Komunikasi dalam setiap hubungan diperlukan karena itulah salah satu cara mempererat kehangatan antar individu. Ngobrol, ya, itulah salah satu bentuk komunikasi. Masalah cerita lama dan perjuangan hidup yang pernah dilalui, mungkin menjadi topik menarik. Ah, ngobrol dengan pasangan adalah sesuatu yang mengasyikkan! sangat mengasyikkan. Aku selalu merindukan saat-saat bisa saling ngobrol. Membagi cerita, perasaan dan pendapat.
Keterbukaan
Terbuka tentang keadaan diri, kekurangan, kelebihan, keluarga, dan tentang segala hal. Aku menyadari, setiap orang pasti punya rahasia yang tidakbisa diungkapkan begitu saja. Itu sangat lumrah. Tujuan dari keterbukaan ini, adalah menerima apa adanya setiap pasangan. Dengan begitu, kekurangan dan kelebihan pasangan bisa dimengerti dan dipahami.
Kejujuran
Aku menyukai kejujuran. Aku banyak belajar tentang sebuah kejujuran. Jujur dalam segala hal, merupakan kunci penting. Duh, aku sangat menyukai wanita yang jujur…
Ketiga faktor diatas tidak bisa dipisahkan. Harus lengkap. Tapi ada satu hal yang menurutku paling penting, kenyamanan. Dimana, kita bisa terasa tentram, damai dan tidak tertekan. Jika ketigafaktor diatas bisa dijalankan secara sempurna, maka api cemburu bisa diredam dengan mudah, juga, setiap pasangan pasti akan saling menghargai perasaan masing-masing.
Tapi mungkin saja kenyamanan akan tercipta dengan sendirinya jika komunikasi, keterbukaan dan kejujuran sudah diaplikasikan. Walaupun kadang tergantung objek yang menjalaninya.~
Dan seperti biasa, tulisan serius ini harus ditutup dengan kata… ah, sudahlah… >,<"
Oh, iya, sebagai sebuah catatan dan perlu digaris bawahi, aku sama sekali tidak punya keahlian dan pengalaman yang cukup untuk berbicara dan menulis tentang hal ini. Ini cuma sekedar seonggok tulisan sampah yang kini muncul di benakku. Anggap saja ini rubbish.
*mode_serius = true*
Komunikasi
Komunikasi dalam setiap hubungan diperlukan karena itulah salah satu cara mempererat kehangatan antar individu. Ngobrol, ya, itulah salah satu bentuk komunikasi. Masalah cerita lama dan perjuangan hidup yang pernah dilalui, mungkin menjadi topik menarik. Ah, ngobrol dengan pasangan adalah sesuatu yang mengasyikkan! sangat mengasyikkan. Aku selalu merindukan saat-saat bisa saling ngobrol. Membagi cerita, perasaan dan pendapat.
Keterbukaan
Terbuka tentang keadaan diri, kekurangan, kelebihan, keluarga, dan tentang segala hal. Aku menyadari, setiap orang pasti punya rahasia yang tidakbisa diungkapkan begitu saja. Itu sangat lumrah. Tujuan dari keterbukaan ini, adalah menerima apa adanya setiap pasangan. Dengan begitu, kekurangan dan kelebihan pasangan bisa dimengerti dan dipahami.
Kejujuran
Aku menyukai kejujuran. Aku banyak belajar tentang sebuah kejujuran. Jujur dalam segala hal, merupakan kunci penting. Duh, aku sangat menyukai wanita yang jujur…
Ketiga faktor diatas tidak bisa dipisahkan. Harus lengkap. Tapi ada satu hal yang menurutku paling penting, kenyamanan. Dimana, kita bisa terasa tentram, damai dan tidak tertekan. Jika ketigafaktor diatas bisa dijalankan secara sempurna, maka api cemburu bisa diredam dengan mudah, juga, setiap pasangan pasti akan saling menghargai perasaan masing-masing.
Tapi mungkin saja kenyamanan akan tercipta dengan sendirinya jika komunikasi, keterbukaan dan kejujuran sudah diaplikasikan. Walaupun kadang tergantung objek yang menjalaninya.~
Dan seperti biasa, tulisan serius ini harus ditutup dengan kata… ah, sudahlah… >,<"
Tag :
About Love,
